Source: http://germo-ndeso.blogspot.com/2012/02/cara-membuat-tanggal-posting-blog.html#ixzz3UL5VutBD WISATA SERBA-SERBI LEMBAHKLUATLC: BERITA HARIAN
Showing posts with label BERITA HARIAN. Show all posts
Showing posts with label BERITA HARIAN. Show all posts

Saturday, 25 April 2015

berita harian

<a href='http://mesinkreativitas.com/20dpbbm/product/20-desain-dp-bbm/?aff=1142' title='20 Desain DP BBM'><img src='http://mesinkreativitas.com/20dpbbm/wp-content/uploads/2014

Saturday, 28 March 2015

Suasana Nisam Antara Masih Kondusif


Add caption

LHOKSUKON – Suasana Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, Sabtu (28/3/205) masih tetap kondusif, walaupun banyak pasukan TNI Polri yang berlalu lalang di kawasan itu yang sedang operasi mencari pelaku penembakan anggota TNI, Senin lalu.
Amatan Serambinews.com saat mengunjungi Nisam Antara, Sabtu (28/3/205) siang, banyak warga yang duduk di warung kopi, sebagian lainnya memetik dan membelah pinang di pekarangan rumah masing-masing. Hal itu terlihat di Gampong Alue Dua dan Gampong Alue Papeun. Mereka memilih tidak pergi ke kebun yang jauh dari pemukiman, karena khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan.
Sementara suasana di Pasar Keude Alue Papeun tetap seperti biasa, semua toko masih tetap buka dan banyak warga yang berbelanja. Sedangkan di pos Polisi dan Koramil Nisam Antara, puluhan pasukan TNI dan polisi tetap siaga dengan senjata lengkap.
“Keberadaan pasukan TNI dan Polisi di wilayah ini, selain mencari kelompok bersenpi juga bertugas mengamankan warga agar aman beraktivitas. Sebenarnya kami tidak pernah melarang warga pergi ke kebun, namun mungkin mereka khawatir,” ujar Danrem Lilawangsa, Kolonel Inf Achmad Daniel Chardin, kepada Serambinews.com di Koramil Nisam Antara.
Namun kepada awak media yang meliput, Pihak kepolisian mengimbau agar tidak masuk terlalu jauh ke pedalaman Nisam Antara, karena khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan. (*)

Tolak Harga BBM Naik, Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi Bakar Ban

Setelah menggelar aksi kemarin, ratusan mahasiswa kembali turun ke jalan untuk menolak kenaikan harga BBM, Sabtu (28/3/2015) petang. Ratusan mahasiswa gabungan itu menggelar aksi di simpang tiga Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga.
Selain berorasi dan membentangkan spanduk penolakan kenaikan BBM, para mahasiswa juga membuat lingkaran tepat di tengah-tengah jalan tersebut dan membakar ban.
"Kenaikan harga BBM semakin menyengsarakan rakyat miskin. Janji-janji akan menyejahterakan rakyat justru malah sebaliknya," ujar Arman, Koordinator Umum Aksi, Sabtu (28/3/2015).
Kenaikan harga BBM saat ini menjadi tidak rasional, lanjutnya, ketika harga minyak dunia yang biasanya menjadi patokan dalam menetapkan kebijakan mengalami penurunan. Selain itu, dia mengatakan harga-harga sembako yang naik belum juga turun, kini harga BBM naik lagi.
"Kami secara tegas menolak kenaikan harga BBM. Pemerintah harus segera menurunkan harga BBM dan memberikan keadilan serta kesejahteraan kepada masyarakat," serunya.
Akibat aksi demo ini, arus lalu lintas yang mengarah ke simpang tiga UIN mengalami kemacetan. Sampai pukul 18.12 Wib, mahasiswa masih melakukan aksi dengan pengawasan pihak kepolisian.

Sunday, 15 March 2015

Asistensi Dana Desa Harus Menyeluruh

BANDA ACEH - Kekhawatiran akan terjadi berbagai kasus di tingkat desa sehubungan booming dana dari berbagai sumber mulai tahun 2015 ini diyakini bisa diantisipasi jika proses pendampingan (asistensi) dalam penyerapan/pengelolaan dana desa ini dilakukan secara menyeluruh.
“Ya. Wajib dilakukan pendampingan secara menyeluruh, dari awal tahapan proses sampai pertanggungjawaban akhir. Ada aspek sosial yang sangat perlu diperhatikan, tentang partisipasi aparatur desa dan masyarakat secara keseluruhan, agar tidak terjadi, bukan hanya korupsi namun juga konflik di tatanan masyarakat itu sendiri,” kata anggota DPRA dari Partai Nasional Aceh (PNA), Darwati A Gani menanggapi liputan eksklusif Serambi Indonesia; Banjir Uang, Siapkah Desa?, edisi Sabtu, 14 Maret 2015.
Darwati yang duduk di Komisi VI DPRA yang membidangi kesehatan dan kesejahteraan lebih lanjut mengatakan, pendampingan menjadi sesuatu yang tak bisa ditawar-tawar dalam pengelolaan dana desa, baik dari tahap sosialisasi kepada aparatur desa maupun masyarakat. Dengan demikian, semuanya akan mendapat pemahaman yang sama tentang dana yang dikucurkan itu.
Darwati berharap dana desa itu tidak memunculkan fitnah di masyarakat, karena akan sangat membahayakan kerukunan di masyarakat itu sendiri. Apalagi, dana dalam jumlah besar belum lazim dikelola masyarakat selama ini, tentu akan banyak masalah yang akan dihadapi. “Namun yakinlah, dengan persiapan yang matang dan dukungan pendampingan yang tidak setengah-setengah, insya Allah  masalah bisa diminimalisir dari awal dan dana melimpah itu akan membuahkan hasil sebagaimana diharapkan,” kata Darwati.
Menurutnya, kondisi sosial di tingkat bawah sangat berbeda dengan kondisi manajemen di tingkat SKPA. Potensi fitnah di antara sesama masyarakat sangat besar, karena sistem manajemen di tingkat perdesaan masih didominasi kearifan-kearifan lokal. Mengenai penempatan dana sesuai program desa juga perlu pertimbangan yang arif, bukan melulu melakukan pembangunan infrastruktur desa tetapi pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat desa juga sangat perlu agar bisa meningkatkan taraf hidup mereka terutama kaum perempuan.
“Fungsi pengawasan Tuha Peuet Gampong juga harus diperkuat untuk mencegah konflik di antara sesama masyarakat. Tuha Peuet mampu mempertimbangkan kearifan lokalnya masing-masing,” demikian Darwati A Gani.
Seperti dilaporkan, tahun 2015, sebanyak 6.474 desa di 23 kabupaten/kota di Aceh bakal kebanjiran dana. Bantuan berupa uang tunai ini, antara lain, berasal dari alokasi dana desa (ADD) yang bersumber dari APBN, Alokasi Dana Gampong (ADG) dari pemerintah kabupaten/kota, dan BKPG dari Pemerintah Aceh.

Saturday, 14 March 2015

BWERITA HARIAN


Bikin Lelucon Tentang Istri Obama, Presenter Kawakan Ini Langsung Dipecat
Seorang pembawa acara populer di Amerika Serikat dipecat setelah menyebut ibu negara Michelle Obama mirip seperti pemeran film Planet of the Apes, sebagaimana diberitakan Kompas.com.
Rodner Figueroa, pembawa acara stasiun televisi berbahasa Spanyol Univision, membuat pernyataan bernuansa rasialis itu dalam acara bincang-bincang yang dipadunya "El Gordo Y La Flaca".
Komentarnya itu muncul saat acara itu mengundang seorang perias wajah Paolo Ballesteros, yang belum lama ini merias wajahnya sehingga mirip para selebritas perempuan, termasuk Michelle Obama
Saat membandingkan paras Paolo dengan foto aktris aslinya, munculah komentar yang tak pantas untuk Michelle Obama itu. "Anda tahu, Michelle Obama mirip salah seorang pemeran dalam film Planet of the Apes," ujar Figueroa dalam bahasa Spanyol.
Mendengar komentar "ngawur" itu, sesama pembawa acara Raul de Molina mencoba untuk mengurangi kerusakan yang diciptakan Figueroa. Raul mengatakan Michelle adalah sosok perempuan yang menarik.
Komentar rasialis itu muncul dalam siaran bincang-bincang yang disiarkan langsung di pesisir timur AS. Kemudian komenter tersebut disunting saat disiarkan untuk konsumsi wilayah pesisir barat AS.
Akibat komentar bernada rasialis tersebut, Figueroa yang juga pernah mendapat penghargaan Emmy Awards itu , harus kehilangan pekerjaan.
"Rodner Figueroa membuat sebuah pernyataan tercela terkait ibu negara Michelle Obama. Pernyataannya itu sama sekali tidak merefleksikan nilai-nilai yang dianut Univision. Sehingga, kami langsung memecat Figueroa," kata juru bicara Univision, Ivelisse Malave.

Potentially Emerging Conflict and Corruption

AMOUNT funding to the village from a variety of sources considered open cleft birth of potential internal conflicts in the village government, in addition prone to corruption. Coordinator of the Anti-Corruption Movement (GeRAK) Aceh, Askhalani said, the potential for conflict could potentially occur if the village fund management ignores the principle of good financial governance, transparent, and accountable.
"Opportunity is a potentially huge conflict between villagers and village officials in addition to the potential for corruption is also great," said Askhalani to the Porch in Banda Aceh, last Friday.
According to him, every village in Aceh in 2015 experienced a boom in the fund as the implications of the application of Law No. 6/2014 on the village. Every village in Aceh, he said, will manage large amounts of money between one hundred million to one billion dollars.
In addition to funding allocation village (ADD) which is sourced from the state budget, financial resources also come from the village of Aceh government programs and district / city.
Askhalani words, the source of a lot of money that is feared to be a trigger internal conflict in the village. This potential can occur because of the attitude of village officials are not open in the village as well as their financial management efforts to the contrary in the process of program implementation in the field.
"If the first cases of corruption often we have heard done by the government elite, then this could be the next paradigm shift in which there are many findings of corruption occurred in the village," he said.

However, further Askhalani, the potential for conflict and corruption can be avoided even if it is minimized in implementing village funds, village officials to be honest and transparent to the public. In addition, procedures for financial accountability is also very decisive

berita harian tentang kumpulan kaos murah

Kaos Surf BM Ori Ripcurl
Kaos Surf BM Ori Volcom
Kaos Cowok Quiksilver
Kaos Cowok Quiksilver
Harga: Rp. 85000/65000
Brand: DC
Kode: A.745
Ukuran: M L
Berat: 0.20 gram
Material: Cotton Combed Reactive
HP:08116811666
SILAHKAN PESAN SEKARANG JUGA




Add caption   
Add caption


Add caption

Add caption

Add caption

Add caption

Friday, 13 March 2015

berita ope order



















Open order
TERSEDIA JAKET NIKE,ADIDAS,VANS only @125rb kualitas premium

BERITA FENOMENA ‘GUNUNG SEKS’ TERKUAK DI NOVEL RITUAL

SOOPERBOY - Jauh sebelum seorang jurnalis asal Australia bernama Patrick Abboud berhasil melakukan investigasi terhadap ritual praktik mesum yang terjadi di Gunung Kemukus, Jawa Tengah. Ternyata seorang penulis novel Indonesia, F. Rahardi terlebih dulu mengangkat kisah dan fenomena seputar gunung yang dijuluki ‘gunung seks’ ini.
Penulis novel yang juga seorang wartawan penyair ini tertarik untuk membahas dan menelusuri jejak ritual yang telah terjadi secara turun temurun di Gunung Kemukus ini. Seperti yang telah SOOPERBOY ceritakan sebelumnya, terdapat sebuah fenomena yang cukup menggemparkan terjadi di salah satu daerah di Indonesia yang dikenal masih menganut adat ketimuran ini.
Di kawasan yang terletak di Sragen, Jawa Tengah, terdapat ratusan bahkan ribuan orang mencari keberuntungan dengan cara aneh, yaitu berhubungan seks dengan orang yang bukan pasangannya. Suasana di kawasan ini setiap Kamis Pahing malam Jumat Pon lebih mirip pasar malam. Kawasan yang pada hari-hari biasa umumnya temaram tiba-tiba menjadi benderang. Ada banyak warung jajanan, penjual pernik-pernik, penjual rokok dan kacang rebus hingga orang yang menyewakan bilik atau tikar untuk kepentingan dalam berhubungan intim. 
Tradisi pesta seks ini berawal dari sebuah legenda Jawa kuno pada zaman Majapahit. Seorang pemuda tampan bernama Pangeran Samodro, putra Raja Brawijaya, penguasa Majapahit terlibat cinta terlarang dengan ibu tirinya yang juga selir Brawijaya, Nyai Ontrowulan. Meski sudah agak tua, Nyai Ontrowulan masih terlihat sangat cantik dan menawan. Setelah diusir oleh sang Raja karena mengetahui hubungan keduanya, mereka berdua memutuskan untuk pergi ke Demak Bintoro untuk menikah.
Namun, sesampai di tempat tujuan ada banyak duda kaya dan prajurit Demak yang jatuh hati kepada Nyai Ontrowulan dan berupaya menggagalkan pernikahan keduanya. Pangeran Samodro dan ibu tiri lantas memutuskan untuk lari ke Gunung Kemukus. Di sana keduanya tak bisa lagi menahan hasrat seksual mereka. Di bawah pohon nagasari, mereka melakukan hubungan seks layaknya suami-istri. Namun, saat ingin melakukan, Pangeran Samodro dan Nyai Ontrowulan kepergok pasukan Demak Bintoro yang berhasil menyusul.
Keduanya dibunuh saat sedang berhubungan seks. Keduanya lantas dikubur dalam satu lubang. Konon, dari lubang tersebut muncul sebuah sumber air jernih yang kini disebut sebagai Sendang Ontrowulan. Air sendang ini dipercaya memiliki khasiat dan keberuntungan. Dalam legenda juga dikisahkan munculnya asap dan suara dari atas makam Samodro dan Ontrowulan berbunyi.
”Wahai manusia, barang siapa mau datang ke tempat ini dan bisa menyelesaikan hubungan seks layaknya suami-istri, kami yang belum selesai ini tujuh kali, maka segala permintaan kalian akan dikabulkan oleh Dewa Bathara yang Maha Agung.” 
Rupanya legenda di Gunung Kemukus yang menjadi teka teki ini membuat F. Rahardi penasaran hingga membuat sebuah novel yang berjudul ‘Ritual Gunung Kemukus’.
Novel ‘Ritual Gunung Kemukus’  sarat akan nuansa berbau seks. Tapi tidak vulgar. Ditulis dengan gaya dialog, dikupas habis dengan sudut pandang wartawan bergaya penyair menambah kesan mistis dan sunyi. 
Cara bertutur dalam novel ini betul-betul tertata dengan gaya bahasa yang juga mengalir. Pengetahuan sang novelis yang lengkap mengenai sejumlah permasalahan sosial ikut membungkus buku ini dengan berbagai informasi.
Novel ini mampu menghadirkan sisi unik dari ritual orang Jawa mencari srono untuk kaya, dengan ziarah di makam Pangeran Samodra dan Nyai Ontrowulan di Gunung Kemukus. Ritual diakhiri dengan berhubungan seks di tempat terbuka dengan pasangan yang didapat di tempat tersebut. Dan itu harus dilakukan selama 7 kali setiap malam Jumat Pon.
Novel ini mengambil Gunung Kemukus sebagai setting cerita. Ada banyak tokoh dalam cerita ini, antara lain Meilan, seorang wartawan majalah Fidela Jakarta keturunan China yang mendapat penugasan untuk meliput Gunung Kemukus. Sarmin, pedagang bakso yang kalah wibawa dengan istrinya yang bermimpi kehidupannya bisa kembali seperti zaman sebelum ia nikah dan jualan baksonya kembali laris manis. Serta beberapa tokoh lainnya.
Berikut sepenggal cerita yang terdapat dalam novel ‘Ritual Gunung Kemukus’ :
Setelah berhasil mewawancarai banyak pihak untuk tulisannya, mulai dari peziarah, museum Radya Pustaka, ahli antropologi di UNS, hingga Romo Drajat, tokoh spiritual kejawen yang banyak tahu tentang Gunung Kemukus. Namun, dia merasa belum memperoleh liputan seimbang, sebab belum bertemu peziarah yang gagal. Akhirnya, ia bertemu dengan sarmin, seorang peziarah gagal.
Dari mulut Sarmin, mengalir muncul tokoh-tokoh lain: Wati, istrinya yang selalu mengomel karena capek hidup miskin dan meminta Sarmin untuk pergi ke Gunung Kemukus. Sarmin kemudian ketemu Bu Yuyun, pasangan ritualnya, pedagang beras dari Ponorogo. Bu Yuyun adalah wanita cantik, berkulit putih, kaya, dan Sarmin tak pernah menyangka bakal mendapat pasangan seperti itu. 
Pada Meilan, Sarmin bercerita menunggu kedatangan Ibu Yuyun yang tak kunjung datang padahal itu adalah kunjungannya yang ketujuh, uangnya pun telah ludes karena harus bolak-balik. Alhasil, Sarmin telah gagal menjalani ritual tersebut dan harus mengulangnya dari awal lagi dengan pasangan yang berbeda.
Ritual di atas Gunung Kemukus, seakan menggenapi kebingungan atas praktik keagamaan yang diyakini. Di atas makam Pangeran Samodra dan Nyai Ontrowulan, orang sibuk membawa sesaji kembang tujuh rupa, tapi tetap berdoa, berdzikir, bahkan sholat, dan ditutup dengan berhubungan seksual dengan pasangan lawan jenis yang baru dikenal. Entah siapa yang memulai menebarkan legenda itu, nyatanya, kini ritual Gunung Kemukus telah menjadi bisnis seks dan terdengar hingga ke manca negara.

DAKIJOKJIEKOMOYA

ZULHELMI RACHMAN